Berlangsung Khidmat Momentum Ini Menjadi Batu Peletakan Pertama Gerakan Nasional Berantas Buta Al-Qur'an
28 Jun 2026
Admin
Berita Jamaah
Bogor – Ahad pagi, 28 Juni 2026, menjadi momentum bersejarah bagi lahirnya sebuah gerakan dakwah berbasis masjid yang berfokus pada pembinaan Al-Qur'an bagi kalangan lanjut usia. Bertempat di Masjid Athoillah Kota Wisata, Grand Launching Pesantren Lansia Indonesia (PLI) berlangsung dengan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan suasana yang sangat khidmat.
Meski diselenggarakan secara sederhana, kegiatan ini justru menghadirkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari para lansia, pengurus masjid, tokoh masyarakat, hingga para pemerhati dakwah, tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak ba'da Shubuh berjamaah.
Berbeda dari kajian rutin pada umumnya, Grand Launching kali ini menghadirkan dua narasumber sekaligus yang menyampaikan tausiyah seputar pentingnya memanfaatkan masa tua, urgensi belajar Al-Qur'an sepanjang hayat, serta peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Namun lebih dari sekadar sebuah kajian, kegiatan ini menjadi "batu peletakan pertama" bagi lahirnya kelas perdana Pesantren Lansia Indonesia, sebuah ikhtiar bersama untuk menghadirkan ruang belajar Al-Qur'an yang ramah, nyaman, dan penuh penghormatan bagi para orang tua.
Suasana kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan. Para jamaah tampak bercengkerama hangat, menikmati hidangan sederhana bersama, saling bertukar pengalaman, serta menyatukan visi untuk membangun gerakan dakwah yang lebih luas di masa mendatang.
Momen yang paling menyentuh adalah ketika para peserta menyadari bahwa gerakan ini sejatinya bukan hanya diperuntukkan bagi para lansia hari ini, tetapi juga sebagai investasi kebaikan bagi diri kita sendiri di masa depan.
Sebab suatu hari nanti, kita pun akan berada pada fase yang sama.
Pesantren Lansia Indonesia lahir dari sebuah keprihatinan bahwa masih banyak orang tua yang hingga usia senja belum memiliki kesempatan yang cukup untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan baik. Di sisi lain, masjid-masjid di Indonesia sesungguhnya memiliki potensi besar untuk menjadi rumah kedua bagi para lansia dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Melalui program ini, diharapkan akan lahir semakin banyak kelas-kelas Al-Qur'an berbasis masjid di berbagai daerah Indonesia, sehingga tidak ada lagi orang tua yang merasa malu, terlambat, atau sendirian dalam belajar Al-Qur'an.
Grand Launching ini sekaligus menandai dimulainya Gerakan Nasional Berantas Buta Al-Qur'an, sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen DKM untuk bersama-sama memuliakan orang tua melalui pendidikan Al-Qur'an.
#Mari Menjadi Bagian Dari Gerakan Ini
Pesantren Lansia Indonesia tidak akan tumbuh besar tanpa dukungan masyarakat, masjid, para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan umat.
Kami mengajak seluruh pengurus DKM, tokoh masyarakat, komunitas, serta kaum muslimin dan muslimat untuk bersama-sama menghadirkan kelas-kelas Al-Qur'an bagi para orang tua di masjid masing-masing.
Karena jangan sampai...
Kita mampu mengantarkan mereka ke pemakaman nanti, tetapi tidak sempat mengantarkan mereka kepada Al-Qur'an hari ini.
Mari dukung, sebarkan, dan ambil bagian dalam Gerakan Nasional Berantas Buta Al-Qur'an bersama Pesantren Lansia Indonesia.
"Lansia Indonesia Mulia Dengan Al-Qur'an."
Meski diselenggarakan secara sederhana, kegiatan ini justru menghadirkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari para lansia, pengurus masjid, tokoh masyarakat, hingga para pemerhati dakwah, tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak ba'da Shubuh berjamaah.
Berbeda dari kajian rutin pada umumnya, Grand Launching kali ini menghadirkan dua narasumber sekaligus yang menyampaikan tausiyah seputar pentingnya memanfaatkan masa tua, urgensi belajar Al-Qur'an sepanjang hayat, serta peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Namun lebih dari sekadar sebuah kajian, kegiatan ini menjadi "batu peletakan pertama" bagi lahirnya kelas perdana Pesantren Lansia Indonesia, sebuah ikhtiar bersama untuk menghadirkan ruang belajar Al-Qur'an yang ramah, nyaman, dan penuh penghormatan bagi para orang tua.
Suasana kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan. Para jamaah tampak bercengkerama hangat, menikmati hidangan sederhana bersama, saling bertukar pengalaman, serta menyatukan visi untuk membangun gerakan dakwah yang lebih luas di masa mendatang.
Momen yang paling menyentuh adalah ketika para peserta menyadari bahwa gerakan ini sejatinya bukan hanya diperuntukkan bagi para lansia hari ini, tetapi juga sebagai investasi kebaikan bagi diri kita sendiri di masa depan.
Sebab suatu hari nanti, kita pun akan berada pada fase yang sama.
Pesantren Lansia Indonesia lahir dari sebuah keprihatinan bahwa masih banyak orang tua yang hingga usia senja belum memiliki kesempatan yang cukup untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan baik. Di sisi lain, masjid-masjid di Indonesia sesungguhnya memiliki potensi besar untuk menjadi rumah kedua bagi para lansia dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Melalui program ini, diharapkan akan lahir semakin banyak kelas-kelas Al-Qur'an berbasis masjid di berbagai daerah Indonesia, sehingga tidak ada lagi orang tua yang merasa malu, terlambat, atau sendirian dalam belajar Al-Qur'an.
Grand Launching ini sekaligus menandai dimulainya Gerakan Nasional Berantas Buta Al-Qur'an, sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen DKM untuk bersama-sama memuliakan orang tua melalui pendidikan Al-Qur'an.
#Mari Menjadi Bagian Dari Gerakan Ini
Pesantren Lansia Indonesia tidak akan tumbuh besar tanpa dukungan masyarakat, masjid, para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan umat.
Kami mengajak seluruh pengurus DKM, tokoh masyarakat, komunitas, serta kaum muslimin dan muslimat untuk bersama-sama menghadirkan kelas-kelas Al-Qur'an bagi para orang tua di masjid masing-masing.
Karena jangan sampai...
Kita mampu mengantarkan mereka ke pemakaman nanti, tetapi tidak sempat mengantarkan mereka kepada Al-Qur'an hari ini.
Mari dukung, sebarkan, dan ambil bagian dalam Gerakan Nasional Berantas Buta Al-Qur'an bersama Pesantren Lansia Indonesia.
"Lansia Indonesia Mulia Dengan Al-Qur'an."